fbpx
Beranda » Blog Referensi » Begini Cara Hitung Skema KPR Syariah Berdasarkan Jenis-jenisnya

Begini Cara Hitung Skema KPR Syariah Berdasarkan Jenis-jenisnya

T Diposting oleh pada 21 April 2021
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 37 kali

Sebelum masuk ke pembahasan cara hitung skema KPR Syariah dan segala jenis-jenisnya, mari kita pahami dulu definisi KPR Syariah.

KPR merupakan singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah. Kredit ini bisa ditemukan di berbagai macam bank atau lembaga keuangan lainnya. Tak hanya itu, sertifikat tanah dan rumah diatasnya akan dijadikan angunan di dalam KPR itu sendiri.

Sama seperti pinjaman kredit lainnya, KPR juga memiliki biaya atau bunga yang harus Anda bayarkan. Secara umum, KPR Syariah memiliki tujuan dan teknis yang sama dengan KPR lainnya. Namun, yang membedakan adalah sistem balas jasanya.

Di dalam bank syariah tidak boleh ada unsur riba. Bunga merupakan salah satu bentuknya. Oleh sebab itu, tidak ada unsur ini di dalam KPR Syariah.

Berikut adalah jenis-jenis akad dalam KPR Syariah :

1. MURABAHAH

Murabahah merupakan perjanjian jual-beli. Jadi, bank akan membeli rumah atau apartemen yang Anda butuhkan, lantas menjualnya kepada Anda.

Harga jual tadi telah ditambah dengan sejumlah keuntungan. Tambahan biaya ini tak sembarang ditentukan, ia disepakati oleh bank dan Anda sendiri.

Sebagai contoh, jika Anda ingin membeli rumah seharga Rp 500 juta dengan DP (uang muka) 20% serta margin keuntungan 5% dari nilai rumah selama kurun waktu 15 tahun, maka asumsi pembayarannya adalah:

– Pembayaran DP kepada pengembang atau pemilik rumah (jika beli rumah second),
DP = Rp 500 juta x 20%
DP = Rp 100 juta

– Cicilan tiap bulannya selama 15 tahun,
1. Rp 400 juta x (5% x 15) + Rp 400 juta : 180
2. Rp 300 juta + Rp 400 juta : 180
3. Cicilan = Rp 3,8 juta / bulan

2. MUSYARAKAH MUTANAQISAH

Musyarakah mutanaqisah memiliki arti kerja sama-sewa. Dalam akad KPR syariah ini, Anda dan bank melakukan patungan untuk membeli rumah atau apartemen.

Akan tetapi, persentase pembagian pembeliannya berbeda. Misalnya, Anda membayarkan 20% harga, sementara sisanya dibayarkan oleh bank.

Berikut asumsi perhitungannya:
– Nasabah ingin membeli rumah seharga Rp 300 juta dengan memilih akad Musyarakah Mutanaqisah.
– Berdasarkan kesepakatan, nasabah membeli kepemilikan 20% (Rp 60 juta), sementara sisanya ditanggung oleh bank (80% / Rp 240 juta).

– Berdasarkan kesepakatan pula, keuntungan yang diterima oleh bank dari harga sewa rumah tiap bulannya adalah Rp 1,6 juta dalam kurun 10 tahun.

– Dari situ, nasabah wajib membayarkan Rp 1,6 juta tiap bulannya ditambah dengan biaya pengalihan hak rumah dari bank (yang sebesar 80 persen). Seperti biasa, biaya pengalihan ini didasarkan pada kesepakatan bersama. Semakin besar biayanya, maka tenor pelunasannya pun semakin cepat.

3. ISTISHNA

Dalam akad istishna, Anda akan meminta bank membuatkan rumah. Nah, nantinya, Anda akan membeli rumah itu. Biaya yang Anda keluarkan tidak hanya untuk pembangunan rumah tadi, tetapi juga tambahan biaya jasa pembangunan.

Simulasi perhitungannya adalah misal harga yang ditawarkan mencapai Rp300 juta untuk angsuran 10 tahun. Kemudian Anda tertarik membeli rumah tersebut, maka Anda harus menyetorkan uang muka yang telah disepakati Rp30 juta.

Anda harus sudah membayar angsuran selama setahun sebesar Rp3 juta per bulan. Artinya dalam setahun Anda telah menyetor angsuran Rp36 juta. Jika digabung dengan uang muka, uang Anda yang terkumpul mencapai Rp66 juta.

Nah, uang tersebutlah yang akan dijadikan modal pembangunan oleh pengembang. Sisanya pengembang akan menalangi uang pembangunan yang tentunya sudah menghitung keuntungannya.

4. IJARAH MUNTAHIYYAH BIT TAMLIK

Ijarah Muntahiya Bittamlik (IMBT) sederhananya dapat dipahami sebagai sewa milik. IMBT merupakan skema penjualan barang atau jasa yang memadukan akad jual beli dan sewa sekaligus yang diakhiri dengan kepemilikan atas barang atau jasa yang menjadi objek dalam akad ke tangan si penyewa.

Bagaimana skema IMBT dalam konteks pembiayaan KPR oleh bank syariah? Berikut tahapan skema pembiayaan KPR dengan akad IMBT.

  • Pertama-tama nasabah mengajukan KPR kepada bank syariah dengan memberikan informasi terkait dengan rumah yang diinginkan.
  • Bank syariah membeli rumah sesuai yang diinginkan nasabah.
  • Bank syariah kemudian menyewakan rumah tersebut kepada nasabah dengan perjanjian jika nasabah menyelesaikan sewa sesuai dengan jangka waktu yang disepakati bersama, maka bank syariah akan menghibahkan atau menjual rumah tersebut kepada nasabah.
  • Nasabah menyewa rumah yang menjadi objek perjanjian selama tempo dalam kesepakatan dengan membayar biaya sewa setiap bulan yang besarannya telah termasuk manfaat sewa atau keuntungan bagi bank syariah.
  • Jika nasabah dapat menyelesaikan masa sewanya, maka kepemilikan atas rumah tersebut berpindah dari bank syariah ke nasabah.

KEUNTUNGAN KPR SYARIAH

Tak sekadar menawarkan jasa penyediaan biaya rumah, KPR Syariah juga memiliki fitur dan keuntungan yang layak untuk Anda perhitungkan.

  • Besar angsuran yang tetap hingga jatuh tempo, tidak dipengaruhi suku bunga
  • Proses permohonan yang mudah dan cepat
  • Fleksibel dalam membeli rumah, baik baru maupun bekas
  • Pembiayaan besar
  • Jangka waktu pembiayaan panjang
  • Fasilitas debit otomatis dari tabungan
  • Tidak ada denda jika terlambat membayar

Demikian informasi soal apa jenis, skema perhitungan, dan keuntungan menggunakan KPR syariah. Apakah Anda semakin tertarik memanfaatkan program ini?

Belum ada Komentar untuk Begini Cara Hitung Skema KPR Syariah Berdasarkan Jenis-jenisnya

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Begini Cara Hitung Skema KPR Syariah Berdasarkan Jenis-jenisnya

Alasan Pentingnya Memahami Kelengkapan Legalitas Untuk Investasi Rumah Anda

T 24 February 2021 F A Bella Marusare

Mengingat harga properti dari tahun ke tahun semakin naik, rumah menjadi aset berharga yang dimiliki oleh setiap orang. Berharganya rumah ini juga didukung dengan berbagai kelengkapan surat-surat yang dimiliki oleh penghuni. Dokumen surat-surat ini berfungsi sebagai bukti kepemilikan yang sah... Selengkapnya

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1442 H (2021) Wilayah Malang dan Sekitarnya

T 7 April 2021 F A Bella Marusare

Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah. Sebab itu, sebaiknya kita semua memanfaatkan bulan ini untuk berlomba-lomba mengejar banyak pahala di bulan ini. Untuk menyempurnakan ibadah kita semua selama puasa di bulan Ramadhan ini, ada baiknya apabila kita mengetahui jadwal-jadwal penting... Selengkapnya

+ SIDEBAR